• 0811 243 830
  • 0812 1432 2233
  • PIN BB: 5A71D116

Selamat datang Di website resmi AL-AHZA TOUR & TRAVEL

Mau tau cara belanja cermat di Mekkah dan Madinah ? jangan sampai bobol kantung dompet teman muslim gara gara belanja berbagai macam cinderamata oleh oleh dari Tanah Suci, karena memang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia membawa buah tangan untuk dibagi-bagikan kepada sanak saudara, tetangga, teman, dan kerabat lainnya.

Mulai dari kurma, madu, sajadah, peci, peralatan shalat, aksesori ibadah lain semisal pin jilbab dan tasbih, semua tersedia baik di kota Mekkah maupun Madinah yang siap memanjakan para tamu Allah untuk berbelanja di sekitar area Masjid.

Berikut beberapa tips berbelanja di Mekkah dan Madinah

Batasan Bagasi

Tanyakan pada pembimbing berapa batas berat bagasi yang diperbolehkan. Jangan sampai bagasi kita melebihi quota yang diperbolehkan. Cermati setiap beban barang belanja semenjak membelinya, Jika sekiranya akan memakan beban yang besar sebaiknya urungkan untuk membelinya.

Sebenarnya kelebihan beban tersebut diakibatkan oleh kita sendiri yang tidak mengontrol setiap barang yang kita beli saat belanja. Belanjalah dengan bijak, jangan sampai gara gara kelebihan bagasi barang yang kita sukai justru dibuang. Petugas bandara Arab Saudi terkenal dengan suka sukanya tanpa banyak pertimbangan dan tanpa meminta izin untuk membuang barang-barang bagasi jamaah yang melebihi kuota.

Rencanakan belanja

Merencanakan barang-barang apa saja yang perlu dibelanja mulai dari tanah air juga penting untuk menghindari penyakit ‘gila belanja’. Apabila kira-kira ada barang yang bisa dibeli di Indonesia, teman muslim tak perlu memaksakan membelinya di Tanah Suci. Tentukan anggaran / budget yang teman muslim alokasikan untuk membeli segala macam oleh oleh nantinya, dan tetaplah berpaku pada anggaran itu jangan jadi membengkak.

Sekali lagi, perencanaan belanja sangatlah penting untuk menghindari rasa “selalu kurang” untuk membawa oleh-oleh umroh / haji. Bagi yang memiliki kartu kredit berhati hatilah, jangan mentang mentang bisa gesek untuk membeli, lalu bebas tanpa batas belanjanya, jangan sampai nanti terlilit utang kartu kredit yang tiada kunjung lunas.

Sesuai kebutuhan

Jamaah Umroh atau Haji sebaiknya tidak mudah tergiur hanya karena harga barang murah. Tidak sedikit barang murah yang dijual benar benar akan jadi sampah setiba di tanah air. Sebagai contoh jangan sekali kali membeli jam tangan murah di toko atau lapak saat disana. Jam Tangan Murah disana tidaklah lebih seperti sampah karena hanya bisa bertahan sebulan bahkan kurang. Periksa benar kebutuhan teman muslim, pilih barang yang sekiranya bermanfaat dan memang tidak dijual di indonesia.

Banyak barang yang dijual di Arab Saudi, sebenarnya banyak tersedia di Indonesia, bahkan lebih murah dan lebih bagus, untuk itu jelilah dalam menimbang nimbang kebutuhan.

Jangan lupa menawar

Hati hati dengan harga barang karena rata rata para pedagang di Mekkah maupun Madinah menaikkan harga diatas harga normal. Kejelian menilai kualitas suatu barang sebelum dibeli dibutuhkan disini, karena dengan begitu teman muslim tau persis harga yang wajar untuk sebuah barang yang dikehendaki

Tawarlah hingga 30 persen lebih murah dari yang ditawarkan. Selanjutnya naikkan secara bertahap hingga bertemu pada harga yang disepakati. Mereka para pedagang di Mekkah & Madinah bisa berbicara bahasa Indonesia, jadi tak perlu ragu untuk menawar. Teman muslim juga bisa menggunakan kalkulator sebagai media tawar menawar.

Mata uang Rupiah diterima sebagai alat pembayaran yang sah di hampir semua toko dan tempat makan di Arab Saudi. Jadi, tak perlu khawatir jika kehabisan riyal.

Bawalah uang secukupnya

Banyak aksi kriminal yang terjadi di Tanah Suci. Pencopetan dan penipuan bukan kejadian baru pada musim umroh / haji. Oleh karena itu, sebaiknya membawa uang secukupnya saja. Berbelanja sedikit tapi lebih sering jauh lebih dianjurkan daripada berbelanja banyak dalam satu waktu karena dapat menarik perhatian orang jahat.

Gunakan uang saku teman Muslim secara Cermat saat berbelanja di Mekkah dan Madinah, Ingat dan selalu tanamkan dalam hati bahwa tujuan utama ketanah suci adalah untuk ibadah Umroh ataupun Haji bukan berbelanja.